Skip to main content

Memahami Penolakan Kartu

Pendahuluan

Bank yang mengeluarkan kartu kredit atau debit ke pemilik kartu akan disebut sebagai "Issuing Bank". Ketika ada customer yang melakukan pembelian dengan kartunya, Issuing Bank akan mengirimkan dananya ke "Acquiring Bank" dari merchant, dimana dananya akan diterima. Karena Xendit teleh mengoptimalkan alur dengan Acquiring Bank untuk menghindari penolakan kartu dari sisinya, penolakan kartu yang dialami umumnya adalah hasil dari penolakan dari sisi Issuing Bank.

_Issuing Bank _dalam hal ini hanya membagikan alasan tertentu mengenai penolakan ke pemilik kartunya, yang memiliki hubungan langsung (dengan sebuah rekening bank atau perjanjian pemilik kartu) dengannya. Jadi cara yang bisa memastikan mengenai alasan penolakan kartunya adalah untuk menghubungi bank dan menanyakan mengapa. Mereka bisa melakukan ini dengan menghubungi bank dan menanyakan alasan penolakan transaksinya dengan menyediakan nominal, tanggal, dan informasi lainnya yang bisa membantu bank untuk menentukan transaksinya.

Namun, jika setiap kali pelanggan harus menelpon bank untuk menentukan alasan penolakan transakasi maka prosesnya sangat tidak efisien, kami telah mengembangkan beberapa skema untuk menentukan alasan dengan kemungkinan paling besar untuk penolaknannya. Skema ini berdasarkan sinyal respon yang dikirimkan dari bank dengan konteks regional seperti negara. Pada halaman detail transaksi kartu di dashboard Xendit, kami menyediakan alasan penolakan untuk memberikan penjelasan yang paling mungkin berdasarkan skema tersebut.

Lihat dibawah ini untuk deskripsi dari beberapa penjelasan untuk alasan mengapa sebuah transaksi ditolak.

Alasan penolakan

INSUFFICIENT BALANCE / TIDAK CUKUP SALDO

Jika pemilik kartu tidak memiliki saldo atau limit yang cukup untuk melakukan transaksinya, issuing bank bisa mengirimkan sebuah kode untuk alasan ini. Namun berdasarkan pengalaman beberapa bank mungkin menutupi alasan aslinya, jadi kami menyarankan untuk memberikan alasan yang lebih generik ke pelanggan, mungkin dengan menawarkan mereka untuk meghubungi bank mengenai kegagalan transaksinya.

Rekomendasi: Informasikan pelanggan bahwa kartunya telah ditolak dan minta untuk menggunakan kartu lainnya.

INCORRECT CVN OR EXPIRATION DATE / KESALAHAN CVN ATAU KEDALUARSA KARTU

Bank dari pemilik kartu memberikan response bahwa pelanggann mengisi CVN atau kedaluarsa kartu yang salah. Tidak semua bank membedakan bagian mana yang salah, yang menyebabkan CVN dan kedaluarsa digabungkan sebagai satu disini.

Rekomendasi: Minta pelanggan untuk mencoba kembali memasukkan detail kartu.

INCORRECT CVN ENTERED / CVN TIDAK AKURAT

Bank pemilik kartu mengindikasikan bahwa pelanggan mengisi CVN yang salah.

Rekomendasi: Minta user untuk mengisi ulang detail kartu dengan CVN yang benar. Jika tetap tidak bisa, mereka bisa mencoba memasukkan detail kartu tanpa mengisi CVN jika anda ingin memperbolehkan ini. Namun, ini akan meningkatkan kemungkinan penipuan, karena pemilik kartu tidak bisa memberikan bukti bahwa mereka memiliki seluruh informasi kartu.

AUTHENTICATION (3DS) NEEDED / 3DS DIPERLUKAN

Secara mendunia, bank umumnya tidak memerlukan autentikasi (3DS) untuk melakukan transaksi debit atau kartu. Namun secara regional, beberapa bank di Indoneisa dan Malaysia akan menolak transaksi kartu debit jika tidak di authentikasi (ECI = 7).

Rekomendasi: Lakukan autentikasi untuk kartu ini. Atau minta pelanggan untuk menggunakan kartu lain.

INACTIVE CARD / KARTU TIDAK AKTIF

Secara umum, ini akan diakibatkan karena pelanggan salah memasukkan nomor kartu, testing, atau mengisi nomor kartu yang belum pernah diaktifkan. Namun secara regional bank di Indonesia atau Malaysia telah diketahui untuk memberikan kartu (terutama kartu Debit & tingkat terendah) yang tidak diperbolehkan untuk transaksi eCommerce. Jika pelanggan menggunaan kartu Indonesia/Malaysia yang bisa digunakan untuk toko fisik, namun tidak online, artinya ini alasan paling memungkinkan untuk penolakannya. Pemilik kartunya bisa menghubungi bank atau kunjungi bank untuk meminta diperbolehkan untuk eCommerce.

Rekomendasi: Informasikan pelanggan untuk memasukkan ualng nomor kartunya, atau mencoba dengan kartu lainnya.

REQUIRES CVN / DIPERLUKAN CVN

Issuing Bank umumnya akan memblokir transaksi dimana CVN tidak diisi dengan benar karena ini umumnya menandakan kemungkinan penipuan yang lebih tinggi. (hasil CVN = N)

Xendit merekomendasikan untuk selalu mengisi CVN untuk mengurangi tingkat penipuan. Namun pada saat yang bersamaan, kami mengerti bahwa mengisi CVN tidak bisa dilakukan untuk transaksi dibelakang ataupun alur 1 click-checkout karena PCI-DSS tidak memperbolehkan merchant untuk menyimpan CVN setelah otorisasi. Jika bisnis anda telah mengambil keputusan bahwa meningkatnya penjualan lebih penting daripada tingkat kemungkinan penipuan, anda bisa memilih untuk tidak mengisi CVN secara keseluruhan. Ini yang dilakukan perusahaan seperti Uber dan Amazon.

Rekomendasi: Minta pelanggan untuk mengisi ulang informasi kartunya. Kami tidak merekomendasikan menunjukkan alasan ini ke pelanggan, karena ini akan mengakibatkan website anda menjadi sebuah titik perhatian bagi penipu untuk mencoba berulang kali CVN yang benar, dan meningkatkan resiko chargeback anda.

Selagi opsional untuk banyak bank di Asia Pasifik dan Amerika, Bank Eropa akan menolak jika transaksi tidak menggunakan CVN. Jadi jika pasar anda termasuk Eropa, coba meminta pelanggan untuk memasukkan CVN mereka, terutama jika mereka menggunakan kartu dari Eropa.

EXPIRED CARD / KARTU KEDALUARSA

Kartu sudah kedaluarsa dan tidak bisa melakukan transaksi.

Rekomendasi: Informasikan pelanggan bahwa kartunya sudah kedaluarsa, dan mencoba kartu lain yang aktif.

CARD REPORTED STOLEN / KARTU DILAPORKAN HILANG

Kartu ini telah dilaporkan sebagai kartu curian.

Rekomendasi: Anda mungkin ingin menghindari pelanggan ini untuk menggunakan jasa anda, karena menggunakan kartu hasil curian, dan ada besar kemungkinan anda akan bertanggung jawab untuk hasil penipuan transaksi jika pelanggan tetap melakukan transaksi dengan kartu lainnya yang belum dilaporkan curian. Namun alternatifnya jika anda yakin bahwa pelanggannya benar, anda bisa menyarankan untuk menggunakan kartu lain.

GENERIC DECLINE / PENOLAKAN UMUM

Bank pemilik kartu tidak memperbolehkan transaki ini untuk dilakukan. Ini bis jadi karena kartunya tidak diperbolehkan untuk transaksi online, atau bank melihat tindakan yang mencurigakan. Hanya pemilik kartu yang bisa menanyakan ke bank untuk mengetahui alasan penolakan kartunya. Ini terutama umum dengan kartu dari luar negeri yang digunakan untuk melakukan transaksi di Indonesia pertama kalinya. Umumnya anda bisa menemukan kartu yang sama bisa digunakan untuk transaksi pada waktu selanjutnya, setelah dikonfirmasi oleh pemilik kartu bahwa transaksi dilakukan dengan benar. Untuk katu lokal, ini umum ketika bank hanya menolak transaksi untuk dilakukan, atau pembelian online secara umum.

Rekomendasi: Informasikan ke pelanggan bahwa bank telah menolak transakinya, dan mereka bisa mencoba menggunakan kartu lainnya. Atau, informasikan pelanggan bisa mencoa menghubungi bank untuk mengetahui alasan penolakan.

Apakah dokumentasi pada bagian ini membantu?